Big data adalah kumpulan data yang lebih besar dan lebih kompleks,
terutama dari sumber data baru.Set data ini sangat banyak sehingga
software proses data tradisional tidak dapat mengelolanya. Big data bisa dibilang sebagai sebuah konsep tentang kemampuan kita
untuk mengumpulkan, menganalisa, dan mengerti jumlah data yang cukup
besar yang datang setiap harinya.
Big data sendiri memiliki hukum 3V, yaitu:
- Volume. Ukuran data memang penting. Sesuai dengan namanya, Anda perlu memproses volume data yang cukup besar untuk big data.
- Velocity. Velocity disini adalah kecepatan yang sangat cepat di mana data diterima dan (mungkin) langsung digunakan. Biasanya, kecepatan tertinggi aliran data langsung ke memori dibandingkan yang ditulis ke disk.
- Variety. Variety yang dimaksud disini adalah berbagai jenis data yang tersedia. Jenis data tradisional biasanya lebih terstruktur. Dengan semakin berkembangnya big data, ada juga data yang belum terstruktur.
Selain ketiga V di atas, ada dua V lain juga sering disebut-sebut: Value (nilai) dan Veracity (kejujuran). Data tentunya memiliki value, tetapi itu belum ada gunanya sampai value itu ditemukan. Sama pentingnya: seberapa jujur (veracity) data Anda — dan seberapa banyak Anda dapat mengandalkannya.
Sejarah Big Data
Sekitar tahun 2005, orang mulai menyadari bahwa ada banyak data yang dihasilkan pengguna melalui Facebook, YouTube, dan layanan online lainnya. Hadoop, sebuah open-source software untuk mengumpulkan dan menganalisa data dikembangkan pada tahun yang sama. NoSQL juga mulai mendapatkan popularitas selama ini.Pengembangan software open-source untuk data, seperti Hadoop (dan yang lebih baru, Spark) memiliki peran penting dalam pertumbuhan big data karena mereka membuat data besar lebih mudah digunakan dan lebih murah untuk disimpan. Pada tahun-tahun sejak saat itu, volume big data terus meningkat. Pengguna masih menghasilkan data dalam jumlah besar — tetapi itu bukan hanya manusia yang melakukannya. Dengan munculnya Internet of Things (IoT), lebih banyak objek dan perangkat terhubung ke internet.
Beberapa hal yang dianggap sebagai big data adalah hal-hal berikut ini:
- Penggunaan internet
- Penggunaan smartphone
- Social media
- Digitalisasi media
Begitu juga dengan buku. Dulu mungkin Anda hanya membaca buku dalam bentuk fisik. Sekarang sudah ada layanan seperti Kindle yang memungkinkan Anda untuk membaca eBook. Amazon juga pasti mencatat buku apa saja yang Anda baca agar mereka bisa merekomendasikan buku yang sesuai dengan apa yang Anda baca.
- Smart device
Beberapa hal yang bisa dilakukan dengan Big Data dalam bisnis :
1. Customer relationship management (CRM)
Anda mungkin sudah melakukan beberapa usaha CRM untuk menjaga hubungan dengan customer bisnis Anda.
2. Membantu operasional bisnis Anda menjadi lebih efisien
3. Meningkatkan experience mobile pengguna
4. Mendorong inovasi
"Semoga bermanfaat, Terimakasih"